Sukabumi Live. – Pengurus DPP Himpunan Kebangkitan Jamaah Tani Indonesia ( HATI) Gelar Sosialisasi dan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) Program Beasiswa Global Vokasional Accelerator (GVA) untuk Himpunan Anak Tani (HATI) digelar di Aula Syeikh Quro, Kompleks Pondok Pesantren Dzikir Alfath, Jalan Merbabu, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pengurus DPP Himpunan Kebangkitan Jamaah Tani Indonesia (HATI) bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath Kota Sukabumi. Program ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan tinggi sekaligus pelatihan kerja bagi anak-anak petani dari keluarga kurang mampu.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath Kota Sukabumi, Prof. Dr. KH. Muhammad Fajar Laksana mengatakan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak petani.
“Alhamdulillah, Himpunan Kebangkitan Jamaah Tani Indonesia bersama Pondok Pesantren Dzikir Alfath melakukan kerja sama program beasiswa pendidikan di pondok pesantren dan juga perguruan tinggi. Beasiswa ini mencakup biaya mondok, makan, serta pendidikan di beberapa perguruan tinggi swasta. Selain itu, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan kerja melalui program Global Vokasional Akselerator,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam membantu anak-anak petani yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengenyam pendidikan dan memiliki keterampilan kerja.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Himpunan Kebangkitan Jamaah Tani Indonesia (HATI), Ustaz Asip R. Abu Mahdi menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut.
Ia menjelaskan, program beasiswa pendidikan strata satu (S1) ini ditujukan khusus bagi anak-anak petani yang kurang mampu. Nilai program beasiswa tersebut mencapai Rp30 miliar dengan target penerima sebanyak 200 orang yang akan direkrut secara bertahap.
“Alhamdulillah, Hikmah Tani dapat melaunching program kerja sama beasiswa pendidikan S1 bagi anak petani bersama Pondok Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi dengan nilai program sekitar Rp30 miliar untuk 200 penerima secara bertahap,” ungkapnya kepada wartawan.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu empat bulan sejak didirikan, organisasi Hikmah Tani telah membentuk 25 kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Adapun persyaratan bagi calon penerima beasiswa di antaranya berasal dari keluarga petani kurang mampu serta memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, dengan nilai tambah bagi yang telah menghafal minimal satu juz.Melalui program ini diharapkan para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki bekal keterampilan kerja yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di masa depan.
Repoter ( herher)


Komentar
Posting Komentar