Sukabumi Like — Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi bersama Sukabumi Study Center (LPPSSC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program penempatan kerja ke luar negeri.
Sebanyak 55 mahasantri secara resmi dilepas untuk bekerja di berbagai negara seperti Turki, Jepang, serta kawasan Timur Tengah, termasuk Mekkah dan Madinah, pada Jumat (17/4/2026).pPelepasan mahasantri, Ponpes Alfath bekerja juga dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, dan para mitra Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Menurut Pimpinan ponpes, dzikir Alfath KH. Muhamad Fajar Laksana, CQM, M.M menjelaskan. Bahwa program ini bukan sekadar penyaluran tenaga kerja, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan peningkatan kompetensi santri.
Dijelaskanya. Sepanjang tahun 2026 pihaknya menargetkan pemberangkatan 500 mahasantri, dengan 150 orang telah lebih dulu diberangkatkan. Selain itu, sekitar 300 orang dijadwalkan menyusul pada akhir tahun.
Masih kata Kiayi Fajar. Program ini membuka peluang kerja di berbagai sektor formal seperti perhotelan, bandara, hingga layanan di tempat ibadah internasional seperti Masjidil Haram. Negara tujuan pun beragam, mulai dari Jepang, Turki, Mesir, Kuwait, Dubai, hingga beberapa negara Eropa dan Selandia Baru.
KH Fajar menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, masih sangat tinggi. Hal ini terutama terkait pelayanan jamaah internasional yang terus meningkat, terlebih menjelang musim haji.
"Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh generasi muda Indonesia, Dalam pendekatan edukatif, ponpes menilai bahwa tantangan utama bukan kurangnya lowongan pekerjaan, melainkan kesiapan SDM.
Oleh karena itu, lanjut dia, peserta diwajibkan mengikuti pelatihan intensif sebelum diberangkatkan. Pendidikan karakter berbasis pesantren serta lPelatihan keterampilan kerja sesuai negara tujuan
Magang di luar negeri (7 bulan hingga 1 tahun) Menariknya, seluruh fasilitas pelatihan disediakan secara gratis, termasuk makan dan tempat tinggal. Pembiayaan keberangkatan juga didukung melalui kerja sama dengan perbankan.
Dari sisi ekonomi, peluang kerja tersebut menawarkan penghasilan yang relatif tinggi dibandingkan pekerjaan domestik. Gaji di Jepang dan negara Eropa bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp50 juta per bulan, sementara di Timur Tengah berkisar Rp6 juta hingga Rp15 juta, ditambah tip yang signifikan.
Namun, KH Fajar juga menekankan pentingnya literasi finansial. Para santri didorong untuk mengelola pendapatan secara bijak serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Sementara itu menurut Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyampaikan apresiasi kepada Ponpes Alfath yang komitmen memberdayakan sdm santri dalam dunia kerja internasional dan dapat membantu program upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran terbuka.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Sukabumi telah bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan berbagai LPK, dengan total 181 orang telah diberangkatkan hingga saat ini.
“Program ini menjadi salah satu solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Melalui program ini, Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan SDM yang adaptif terhadap kebutuhan global.
"Para santri sambil bekerja” menjadi model pendidikan integratif yang menggabungkan nilai keagamaan, keterampilan profesional, dan kesiapan mental.
Ke depan, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi muda, sehingga mampu menciptakan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, berakhlak, dan siap bersaing di tingkat internasional,"pungkasnya.


Komentar
Posting Komentar