Pesantren Dzikir Alfath Jadi Panggung Lahirnya Generasi Kreatif dan Inovatif Jawa Barat

Sukabumi - Yayasan Yamusprasi menggelar lomba Mewarnai, Menggambar, dan Melukis (3M) tingkat PAUD, TK, SD, MI, hingga SLTP se-Provinsi Jawa Barat di Aula Syeikh Quro, Kompleks Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Walikota Sukabumi  Ayep Zaki, dan dihadiri Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranti Rahmatillah, pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath Muhammad Fajar Laksana dan ibu, Hadir pula para pemangku kepentingan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan. lomba 3M yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi bertalenta di bidang seni dan budaya khususnya Sunda.

"Harapannya ada dari Kota Sukabumi yang melahirkan seniman atau budayawan bertalenta untuk Indonesia yang  masyarakat harus dibangun talentanya, baik olahraga, seni, pencak silat, karate, melukis, menggambar, pertanian maupun peternakan,” ujarnya.

Menurut Ayep, pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong kreativitas dan aktivitas generasi muda agar memiliki kompetensi, keahlian, dan talenta sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu,Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath Sukabumi, Prof.DR., KH. Muhammad Fajar Laksana,CQM.,M.M. menyampaikan. lomba 3M memiliki makna penting dalam pengembangan kreativitas anak sejak dini. 

Menurutnya, lomba mewarnai dapat melatih kemampuan anak mengenal dan mengomunikasikan warna sekaligus beradaptasi dan bersosialisasi. Dijelaskanya.

menggambar dapat melatih daya pikir dan kreativitas anak serta dapat  menuangkan ide dan inovasinya.

Sedangkan melukis bisa menjadi sarana melatih keterampilan dan olah rasa  agar anak mampu menciptakan karya yang indah.

“Dengan dilatihnya tiga kreativitas ini, anak-anak akan menjadi pribadi yang kreatif, produktif, dan inovatif sehingga mampu membangun bangsa dan negara, khususnya Kota Sukabumi,” katanya.

Nasih kata dia. Tema lomba diarahkan pada seni budaya Sunda, tokoh Sunda, dan kerajaan Sunda sebagai upaya menanamkan kecintaan anak terhadap budaya daerah dan melahirkan kearifan lokal.

Menurutnya, potensi anak akan berkembang apabila diberikan ruang, sarana, dan kesempatan untuk berkarya.Oleh Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berpikir dan keterampilan sejak usia dini.

“Sejak kecil anak-anak harus dilatih agar kelak menjadi manusia yang kreatif, produktif, dan inovatif. Itu yang dibutuhkan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya

Komentar